This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 Maret 2020

Resume Materi Accident Investigation

Nama   : Dian Muslimah
No. BP : 1911212017
Kelas    : A3








Rabu, 18 Maret 2020

Waspada Penggunaan Obat Pada Ibu Hamil!

Semua ibu hamil mengharapkan kehamilan berjalan lancar tanpa masalah. Tetapi terkadang ibu hamil pun tak terhindarkan dari jatuh sakit. Seorang wanita pada saat kehamilan harus memperhatikan penggunaan obat yang dikonsumsinya.  Hal ini karena tidak semua obat-obatan aman untuk si cabang bayi.

 
Mengapa ???


Karena kondisi tubuh normal seorang wanita biasa dan wanita yang sedang hamil. Terjadi beberapa perubahan farmakokinetik pada tubuh si ibu, sehingga mempengaruhi aspek farmakokinetik obat yang dikonsumsi.


 

Pada kondisi penyakit seperti asma, penyakit jantung, diabetes, epilepsi, atau penyakit menahun lainnya, ibu hamil biasanya memiliki obat-obat yang perlu diminum secara rutin. Kondisi kesehatan dan obat-obatan ini perlu didiskusikan dengan dokter sejak Anda merencanakan kehamilan. Dokter akan mengatur pemberian obat-obatan tersebut supaya aman untuk kehamilan Anda, baik dengan cara pengaturan ulang dosis ataupun dengan penggantian obat tertentu dengan obat lain.

Pada masalah kesehatan seperti demam, Sakit kepala, pilek, atau batuk, kadang ibu hamil mengalami kebingungan. Amankah mengonsumi obat-obatan bebas yang dijual di apotik? Berikut beberapa tips untuk ibu hamil :
  • Pertimbangkan perawatan tanpa menggunakan obat
  • Obat hanya diresepkan jika manfaat yg diperoleh ibu diharapkan lebih besar dibanding resiko pada janin
  • Sedapat mungkin segala jenis obat dihindari pemakaiannya pada trimester pertama
  • Obat harus digunakan dalam dosis efektif terkecil dalam waktu sesingkat mungkin
  • Pertimbangkan perlunya penyesuaian dosis dan pemantauan pengobatan pada beberapa obat 
  • Konsultasikan ke dokter dan apoteker terkait obat selama masa kehamilan
  • Penggunaan obat herbal juga harus dikonsultasikan kepada dokter dan apoteker 
Untuk penjelasan lebih lanjut, kalian bisa menonton video berikut ini

Jadi, jangan ragu untuk selalu konsultasi kepada dokter dan apoteker mengenai obat selama masa kehamilan agar ibu dan janin selalu sehat dan juga selalu makan makanan yang bergizi agar sehat selalu :D

sumber: Hellosehat.com 
              Alodokter.com

Kamis, 05 Maret 2020

RISIKO DAN BAHAYA ABORSI!!!


Pengguguran kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah berakhirnya kehamilan dengan dikeluarkannya janin (fetus) atau embrio sebelum memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim, sehingga mengakibatkan kematiannya.


Terdapat berbagai alasan seorang wanita melakukan aborsi terhadap kehamilannya. Namun yang perlu diketahui adalah aborsi menyimpan risiko dari sisi medis, terutama jika dilakukan secara tidak aman atau ilegal. Ketidakmampuan membiayai, kurangnya dukungan keluarga, masalah dengan pasangan, serta tekanan sosial karena hamil di luar pernikahan merupakan beberapa alasan yang umum untuk melakukan aborsi. 





Metode dan Risiko Aborsi
Ada dua metode yang digunakan dalam tindakan aborsi, yaitu menggunakan obat-obatan atau prosedur operasi. Proses aborsi menggunakan metode obat adalah dengan menghalangi hormon progesteron, sehingga lapisan rahim menipis. Hal itu kemudian mencegah janin yang tertanam untuk dapat terus tumbuh. Efek obat yang digunakan untuk aborsi juga akan menyebabkan rahim berkontraksi, sehingga embrio/jaringan janin akan dikeluarkan melalui vagina.

Sedangkan, aborsi dengan metode operasi yang paling umum dilakukan adalah aspirasi vakum. Ada dua alat yang bisa digunakan, yaitu manual vacuum aspiration (MVA) yang menggunakan tabung pengisap secara manual untuk mengeluarkan embrio dari rahim, dan electric vacuum aspirastion (EVA) dengan menggunakan pompa listrik.

Namun harus tetap dipertimbangkan bahwa risiko dari aborsi tidak sedikit, terutama bila dilakukan bukan oleh tenaga medis untuk alasan yang tepat, dan dilakukan dengan metode yang tidak aman, di tempat dengan fasilitas terbatas. Beberapa risiko tersebut, antara lain:
  • Perdarahan berat.
  • Rusaknya kondisi rahim atau infeksi akibat aborsi yang tidak tuntas.
  • Beberapa gangguan sistem reproduksi, seperti penyakit radang panggul.
  • Kemandulan
  • Kehamilan ektopik dapat terjadi pada kehamilan berikutnya, terutama jika terjadi infeksi akibat aborsi yang tidak ditangani dengan tepat.
  • Kondisi serviks yang tidak optimal lantaran dilakukan aborsi berkali-kali, sehingga meningkatkan risiko keguguran di kemudian hari.
Semua jenis aborsi memiliki risiko komplikasi. Usia kehamilan turut berperan dalam menentukan tingkat risiko. Semakin tua usia kehamilan, maka akan semakin tinggi pula risiko dari tindakan aborsi yang dilakukan.


Berikut adalah beberapa efek buruk aborsi terhadap kesehatan mental wanita yang melakukannya :
1.Rasa bersalah
Wanita yang melakukan aborsi pasti mengalami rasa bersalah, baik itu aborsi yang dilakukan tanpa alasan ataupun aborsi karena alasan kesehatan. Bagi wanita yang melakukan aborsi dengan keputusannya sendiri akan merasa bersalah karena merasa telah membunuh janin dan tidak memberinya kesempatan hidup. Selain itu bagi wanita yang diharuskan aborsi karena masalah kesehatan bisa jadi merasa bersalah karena tak bisa mempertahankan bayinya atau mulai mempertanyakan apakah keputusannya tersebut tepat.

2.Kemarahan dan penyesalan
Seorang wanita harus memiliki mental yang kuat ketika mengambil keputusan untuk aborsi, tetapi terkadang kekuatan ini bisa berubah menjadi kemarahan dan rasa penyesalan nantinya. Kemarahan bisa ditujukan pada dirinya sendiri atau orang yang dianggap menyebabkan aborsi tersebut, dia juga akan merasakan penyesalan setelah melakukan aborsi tersebut.

3.Kehilangan
Rasa kehilangan sedikit banyaknya dipengaruhi oleh keadaan emosi seseorang dan cara pandangnya terhadap bayi yang sudah diaborsinya. Walaupun begitu, rasa kehilangan tentunya akan muncul pada pikiran wanita yang sudah melakukan aborsi terutama bagi mereka yang menganggap janin tersebut sudah seperti bayi.

4.Depresi
Wanita yang sedang hamil dan berharap memiliki bayi, namun pada akhirnya harus melakukan aborsi untuk masalah kesehatan tentunya bisa merasakan depresi karena kehilangan bayinya. Di beberapa kasus, depresi bisa sangat parah dan bisa berujung pada pikiran untuk bunuh diri. Aborsi secara emosional dan psikologis bisa membuat wanita terus-menerus memikirkan hal yang buruk.

Aborsi yang dilakukan secara sengaja dapat dikenakan sanksi hukum. Hal itu hanya dapat dikecualikan pada kondisi tertentu. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang ancaman pidana terhadap pelaku aborsi ilegal bisa klik di sini

Sumber:
https://www.alodokter.com/memahami-berbagai-sisi-aborsi
https://doktersehat.com/bahaya-aborsi-untuk-kesehatan-wanita/
https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl840/penerapan-hukum-pidana-dalam-aborsi-ilegal/